Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani bersama Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin usai berlaga pada semifinal Hong Kong Open 2024 di Honh Kong Coliseum, Kowloon, Hongkong, Sabtu (14/9/2024).(Foto:PBSI)
SPORTJABAR-Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani memenangi perang saudara mengalahkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin 21-13, 21-17 pada semifinal Hong Kong Open 2024 di Honh Kong Coliseum, Kowloon, Hongkong, Sabtu (14/9/2024).
Mohammad Reza Pahlevi Isfahani mengaku tidak menyangka bisa sampai ke babak final turnamen level super 500.Apalagi mereka bukan pasangan Pelatnas sama halnya dengan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan alias The Daddies.
"Ini berkat dukungan keluarga, istri dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung.Setelah bisa melewati The Daddies di babak pertama, percaya diri kami di lapangan semakin tumbuh. Di babak pertama kan masih meraba-raba situasi jadi setelah lewat jadi lebih nyaman bermainnya, " tutur Reza.
Sabar Karyaman Gutama mengatakan kemenangan di perempatfinal dan semifinal merupakan revans dengan lawan yang mengalahkan mereka sebelumnya.
"Strategi yang kami persiapkan berjalan dengan baik, semoga berlanjut sampai besok di final, " ucap Sabar.
Ia menambahkan siapapun lawan yang akan dihadapi di final pasti secara pengalaman lebih banyak. Kang/Seo peringkatnya lebih tinggi atau secara pencapaian Wang Chi-Lin adalah pemilik dua medali emas Olimpiade walaupun sekarang bermain dengan pasangan berbeda.
Tapi Sabar dan Reza tidak gentar, bahkan mereka bertekad akan berusaha memberikan yang terbaik pada partai puncak tersebut.
Leo Rolly Carnando tetap bersyukur dengan pencapaian semifinal di Hong Kong Open ini.Ia mengakui memang Sabar/Reza bermain lebih baik, permainan depannya lebih nekat sehingga mereka lebih banyak mendapat serangan.
"Di sini memang siapa yang banyak mendapat kesempatan menyerang dialah yang bisa menang," kata Leo.
Sementara Bagas Maulana melontarkan pujian buat Sabar/Reza yang dinilainya bermain sangat bagus dan konsisten di turnamen kali ini.
"Saya melihat di dalam lapangan terlihat sekali mereka enak touch-touch nya pas dan terarah. Kami jadi kewalahan. Sudah mencoba bangkit tapi tidak bisa karena mereka terus menekan,"ujar Bagas.
Ia bersyukur bisa masuk semifinal lagi , tapi masih banyak yang harus ditingkatkan. Selanjutnya mereka fokus bersiap untuk China Open minggu depan. (*)